Senin, 13 Juli 2009

Hati-hati! Rokok Tingkatkan Impotensi!


Jauhi rokok sekarang juga! Penelitian terbaru menunjukkan bahwa merokok dapat meningkatkan risiko terjadinya impotensi. Pria yang merokok memiliki kecenderungan 40% terkena impotensi dibandingkan mereka yang bukan perokok. Penelitian tersebut telah dilakukan oleh para peneliti di Imperial College, London.

Diketahui bahwa semakin banyak rokok yang diisap atau dikonsumsi, maka akan semakin besar pula risiko terjadinya gangguan seksual pada pria. Namun demikian, pria yang menghisap kurang dari 20 rokok setiap harinya juga memiliki risiko 24% untuk terkena impotensi. Keadaan itu tidak hanya menyerang pria yang sudah tua saja, anak mudapun juga bisa mengalaminya.

Penelitian tersebut telah dimuat dalam Journal Tobacco Control, yang didasarkan pada survey terhadap 8.000 pria di Australia yang berusia 16-59 tahun. Hampir satu dari sepuluh sukarelawan tersebut dilaporkan telah mengalami masalah impotensi dibandingkan tahun sebelumnya. Sekitar 25% dari mereka adalah perokok dan lebih dari 6% menyatakan bahwa mereka mengonsumsi sebanyak 20 batang rokok tiap harinya. Pria yang merokok sebanyak satu bungkus atau lebih setiap harinya juga diketahui 39% mengalami gangguan seksual.

Rokok mungkin menjadi simbol dari kejantanan seorang pria hingga saat ini dan kebiasaan tersebut memang cukup sulit untuk dihentikan. Namun, pada kenyataanya rokok adalah penyebab utama terjadinya impotensi dan juga indikator terjadinya penyakit jantung koroner.

Banyak penelitian juga menunjukkan bahwa merokok sangat mempengaruhi usia hidup seseorang. Merokok dapat meningkatkan risiko terjadinya serangan jantung dan stroke, gangguan pernafasan, kanker paru-paru, dan juga jenis kanker lainnya. Oleh sebab itu, jika seorang pria ingin terhindar dari gangguan impotensi, maka tidak ada salahnya mereka menghentikan kebiasaan merokok sekarang juga.

Sumber: Journal Tobacco Control

Bookmark and Share

Kamis, 09 Juli 2009

Lingkar Pinggang Indikator Kesehatan


Banyaknya lemak di pinggang adalah salah satu peringatan untuk mengubah lifestyle menjadi lebih sehat lagi.

Menurut sebuah kampanye anti-obesitas di Inggris, mengukur lingkar pinggang dengan meteran adalah tolok ukur kesehatan yang lebih akurat daripada menimbang berat badan. Dengan mengukur lingkar pinggang, resiko terkena diabetes tipe 2 dan penyakit jantung dapat diprediksi lebih akurat.

Mereka yang mempunyai resiko paling tinggi untuk terkena penyakit yang bersangkutan dengan obesitas adalah pria yang mempunyai lingkar pinggang lebih dari 101 cm (40 inci) dan wanita dengan lingkar pinggang lebih dari 89 cm (35 inci).

Sebuat riset yang dilakukan di Universitas Birminghan, Inggris menunjukkan bahwa sel lemak di sekitar pinggang bukanlah bongkahan lemak yang pasif melainkan sel-sel aktif berlebih yang dapat mengacaukan stabilitas insulin dan meningkatkan tekanan darah dan kolesterol dalam darah.

Penyakit seperti jantung dan diabetes kini tak lagi menghantui mereka yang nampak berisi dari luar, namun juga orang-orang yang kelihatan langsing. Maka jangan pernah lengah.

Bookmark and Share

Selasa, 07 Juli 2009

Teknik Perawatan Untuk Masalah Ketidaksuburan


Beberapa jenis teknik perawatan untuk masalah ketidaksuburan atau infertilitas yang memiliki tingkat keberhasilan cukup tinggi di antaranya yaitu:

Inseminasi Buatan

Inseminasi buatan atau artificial insemination (sering disingkat sebagai AI) dilakukan dengan memasukkan cairan semen yang mengandung sperma dari pria ke dalam organ reproduksi wanita tanpa melalui hubungan seks atau bukan secara alami. Cairan semen yang mengandung sperma diambil dengan alat tertentu dari seorang suami kemudian disuntikkan ke dalam rahim isteri sehingga terjadi pembuahan dan kehamilan. Biasanya dokter akan menganjurkan inseminasi buatan sebagai langkah pertama sebelum menerapkan terapi atau perawatan jenis lainnya.

GIFT (Gamete Intrafallopian Transfer)

GIFT yang merupakan singkatan dari Gamete Intrafallopian Transfer merupakan teknik yang mulai diperkenalkan sejak tahun 1984. Tujuannya untuk menciptakan kehamilan. Prosesnya dilakukan dengan mengambil sel telur dari ovarium atau indung telur wanita lalu dipertemukan dengan sel sperma pria yang sudah dibersihkan. Dengan menggunakan alat yang bernama laparoscope, sel telur dan sperma yang sudah dipertemukan tersebut dimasukkan ke dalam tuba falopi atau tabung falopi wanita melalui irisan kecil di bagian perut melalui operasi laparoskopik. Sehingga diharapkan langsung terjadi pembuahan dan kehamilan.

IVF (In Vitro Fertilization)

IVF atau In Vitro Fertilization dikenal juga sebagai prosedur bayi tabung. Mula-mula sel telur wanita dan sel sperma dibuahi di media pembuahan di luar tubuh wanita. Lalu setelah terjadi pembuahan, hasilnya yang sudah berupa embrio dimasukkan ke dalam rahim melalui serviks.

ZIFT (Zygote Intrafallopian Transfer)

ZIFT atau Zygote Intrafallopian Transfer merupakan teknik pemindahan zigot atau sel telur yang telah dibuahi. Proses ini dilakukan dengan cara mengumpulkan sel telur dari indung telur seorang wanita lalu dibuahi di luar tubuhnya. Kemudian setelah sel telur dibuahi, dimasukkan kembali ke tuba falopi atau tabung falopi melalui pembedahan di bagian perut dengan operasi laparoskopik. Teknik ini merupakan kombinasi antara teknik IVF dan GIFT.

ICSI (Intracytoplasmic Sperm Injection)

ICSI atau Intracytoplasmic Sperm Injection dilakukan dengan memasukkan sebuah sel sperma langsung ke sel telur. Dengan teknik ini, sel sperma yang kurang aktif maupun tidak matang dapat digunakan untuk membuahi sel telur.
Bookmark and Share

Minggu, 05 Juli 2009

Ayo Push-Up.....


Push-up merupakan simbol kesehatan, yang juga digunakan sebagai barometer kebugaran yang paling sederhana, mudah, dan paling cepat. Push-up menguji seluruh tubuh, mengatur otot di lengan, dada, perut, pinggul, dan kaki.

Push-up mengharuskan tubuh tegang seperti papan dengan jari kaki dan telapak tangan di atas lantai. Gerakan-gerakan seperti mengangkat dan menurunkan berat badan memerlukan kekuatan dan daya tahan yang prima untuk melakukan gerakan push-up berkali-kali.

Banyak orang tidak dapat melakukan push-up. Banyak para ahli kesehatan dan kebugaran memfokuskan kebugaran tubuh bagian atas, seperti aerobik yang menekankan kebugaran kardiovaskuler (jantung dan pembuluh darah).

Push-up juga penting untuk orang tua. Kemampuan untuk melakukan push-up lebih dari satu kali dengan sikap sempurna adalah indikator kapasitas untuk melawan efek penuaan. Para peneliti yang mempelajari mengenai biomekanisme penuaan mencatat bahwa push-up dapat memberikan kekuatan dan kemampuan otot untuk menahan saat tubuh terjatuh. Bila seseorang terjatuh ke depan, ia akan mempertahankan diri sehingga akan menghasilkan suatu gerakan yang serupa dengan push-up. Tangan menyentuh lantai, pergelangan tangan dan lengan menyerap dampak jatuh, posisi siku bengkok sedikit untuk mengurangi gaya karena terjatuh.


Bookmark and Share

Rabu, 01 Juli 2009

Saat Wanita Memasuki Masa Menopause

Seorang wanita disebut memasuki atau mengalami menopause bila ia tidak lagi mengalami menstruasi. Pada umumnya, seorang wanita mengalami menopause antara umur 45 sampai 55 tahun.

Gejala dan tanda menopause yang dialami seorang wanita berbeda satu sama lain. Beberapa wanita tidak akan terlalu merasakan gejala saat memasuki masa menopause. Beberapa yang lain akan merasakan keluhan hebat baik fisik maupun mental.

Beberapa tanda dan gejala tersebut antara lain :

Perdarahan
Gejala ini terutama muncul pada saat permulaan menopause, sehingga serikng kali disebut sebagai gejala peralihan. Pada kondisi ini, darah keluar dari vagina secara tidak teratur, tidak seperti menstruasi yang datangnya teratur. Perdarahan akan muncul beberapa kali dalam rentang beberapa bulan untuk kemudian berhenti sama sekali.

Panas
Memasuki masa menopause, seorang wanita seringkali mengalami rasa panas mulai dari wajah menyebar ke seluruh tubuh. Pada umumnya, rasa panas yang dirasakan disertai dengan berkeringat dan warna kemerahan pada kulit. Terjadi selama kurang lebih antara 30 detik hingga beberapa menit. Rasa panas ini timbul akibat fluktuasi hormon estrogen.

Berkeringat di malam hari
Wanita yang mengalami gejala ini akan mengalami tidur yang tidak lelap.

Perubahan pada vagina
Timbul karena perubahan yang terjadi pada lapisan dinding vagina. Akibat kadar estrogen yang turun, vagina menjadi kering, kurang elastis, rasa gatal, dan sakit pada saat melakukan hubungan. Perubahan vagina menyebabkan wanita menopause rentan mengalami infeksi vagina.

Perkemihan
Selain terjadi perubahan pada vagina, saluran urethra (saluran yang menyalurkan air seni dari kandung kemih ke luar tubuh) juga berubah. Saluran urethra akan mengering, menipis dan berkurang keelastisannya. Perubahan pada saluran urethra menyebabkan wanita menopause rentan terkena infeksi saluran kencing, merasa selalu ingin buang air kecil dan ngompol.

Emosional dan kognitif
Wanita yang akan memasuki masa menopause seringkali mengalami gejala emosional dan kognitif yang bervariasi, seperti:

  1. Kelelahan mental
  2. Masalah daya ingat
  3. Cenderung mudah marah
  4. Mood berubah dengan cepat

Perubahan fisik lainnya
Terjadi perubahan distribusi lemak tubuh. Pada wanita menopause, lemak akan menumpuk pada pinggul dan perut. Selain itu, tekstur kulit juga mengalami perubahan, terdapat kerutan-kerutan pada kulit, yang terkadang disertai dengan timbulnya jerawat.

Bookmark and Share

Kamis, 25 Juni 2009

Bayi Anda Gumoh?


Gumoh merupakan cairan putih dari mulut bayi, terutama setelah diberi susu. Jangan panik, kondisi yang dalam istilah medis biasa disebut dengan regurgitasi ini kerap dialami bayi hingga ia berusia 12 bulan.

Gumoh berbeda dengan muntah. Gumoh terjadi karena ada udara di dalam lambung yang terdorong keluar saat makanan masuk ke dalam lambung bayi. Gumoh terjadi secara pasif atau terjadi secara spontan. Berbeda dari muntah, ketika isi perut keluar karena anak berusaha mengeluarkannya. Dalam kondisi normal, gumoh bisa dialami bayi antara 1 - 4 kali sehari.

Gumoh dikategorikan normal, jika terjadinya beberapa saat setelah makan dan minum serta tidak diikuti gejala lain yang mencurigakan. Selama berat badan bayi meningkat sesuai standar kesehatan, tidak rewel, gumoh tidak bercampur darah dan tidak susah makan atau minum, maka gumoh tak perlu dipermasalahkan. Hal yang penting untuk diwaspadai adalah jika jumlah cairan gumoh yang dikeluarkan lebih banyak daripada yang masuk, kalau hal ini terjadi, jangan tunggu terlalu lama segera bawa bayi ke dokter.

Penyebab terjadinya gumoh memang bisa bermacam-macam. Di antaranya adalah:

  1. Susu atau ASI yang diminum bayi melebihi kapasitas lambung, padahal di usia itu kapasitas lambung bayi masih sangat kecil.
  2. Terlalu aktif. Misalnya pada saat bayi menggeliat atau pada saat bayi terus menerus menangis.
  3. Klep penutup lambung belum berfungsi sempurna. Dari mulut, susu akan masuk ke saluran pencernaan atas, baru kemudian ke lambung. Nah, di antara kedua organ tersebut terdapat klep penutup lambung. Pada bayi, klep ini biasanya belum berfungsi sempurna. Akibatnya, kalau bayi dalam posisi yang salah susu akan keluar dari mulut.

Bagaimanakah solusinya?

  1. Beri bayi susu yang lebih kental. Cara ini hanya disarankan pada bayi yang mengonsumsi susu formula. Campurkan tepung beras sebanyak 5 gram untuk setiap 100 cc susu. Lalu minumkan seperti biasanya.
  2. Ubah posisi menyusu bersudut 45 derajat. Posisi terlentang membentuk sudut 45 derajat antara badan, pinggang, dan tempat tidur bayi. Posisi ini telah terbukti membantu mengurangi aliran balik susu dari lambung ke kerongkongan.
  3. Gendong bayi dalam posisi 45 derajat hingga ia bersendawa segera setelah selesai makan dan minum. Atau tidurkan terlentang dan ganjalan berupa bantalan atau tumpukan kain di punggungnya. Biarkan ia pada posisi tersebut selama mungkin (minimal 2 jam).
  4. Hindari untuk langsung mengangkat bayi saat ia gumoh atau muntah karena cara ini justru berbahaya, karena muntah atau gumoh bisa turun lagi, masuk ke paru, dan akhirnya malah mengganggu paru-paru.
  5. Biarkan saja jika bayi mengeluarkan gumoh dari hidungnya. Hal ini justru lebih baik daripada cairan kembali dihirup dan masuk ke dalam paru-paru karena bisa menyebabkan radang atau infeksi.
  6. Beri bayi minum sedikit demi sedikit, tapi sering. Selalu usahakan cairan yang masuk lebih banyak ketimbang cairan yang keluar supaya tidak terjadi dehidrasi.

Bookmark and Share

Senin, 15 Juni 2009

Awas! Bahaya Mengancam Anak Anda


Saat ini, bukan hanya bahaya berat badan berlebih saja yang dapat diderita buah hati Anda, tapi bahaya kenaikan tekanan darah dapat juga dialaminya, yang dapat menyebabkan hipertensi, penyakit jantung dan stroke pada saat mereka baru berusia 20 tahun.

Ini bukan hanya perkiraan saja, tapi merupakan hasil dari penelitan dari dokter-dokter di AS, yang tertuang dalam Journal of the American Medical Association.

Walaupun penelitian itu dilakukan terhadap anak-anak Amerika, yang berusia antara 8 - 12 tahun, tapi tidak berarti bahwa hal itu tidak terjadi pada anak-anak di Indonesia. Dan untuk itu diperlukan penelitan lebih lanjut dari para ahli di Indonesia.

Dari penelitian tersebut, terlihat bahwa terjadi peningkatan proporsi berat badan berlebih, untuk anak laki-laki dari 11,3 % pada tahun 1988 - 1994 dan 15,5 % pada tahun 1999 - 2000 dan untuk anak perempuan, dari 9,7 persen menjadi 15,5 %. Sedang pada penelitian lain, yang menghubungkan dengan kenaikan tekanan darah, terlihat kenaikan pada tekanan sistolik (nilai atas pengukuran tekanan darah) sebesar 1,4 mmHg dan tekanan sistolik (nilai bawah pengukuran tekanan darah), sebesar 3,3 mmHg.

Peningkatan-peningkatan ini disebabkan karena meningkatnya Indeks Masa Tubuh, yaitu perbandingan antara tinggi badan dan berat badan anak, diet anak yang berubah dimana lebih menyukai makanan cepat saji dan berkurangnya aktifitas fisik anak dimana anak lebih senang menonton televisi dan permainan dari layar televisi atau komputer.

Cara mengatasinya? Ubahlah gaya hidup buah hati Anda, usahakan mempunyai berat badan yang ideal dan berolahragalah.

Bookmark and Share